jam

Wednesday, 4 June 2014

Tentukan Segmentasi Pasar



Segmentasi pasar, kata yang cukup menakutkan dan terkesan rumit bagi sebagian pemula yang terjun membangun bisnis. Padahal, segmentasi pasar adalah salah satu elemen penting dalam strategi pemasaran yang akan kita lakukan (bahkan terlalu penting) .

Baiklah, akan saya terangkan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami apa itu segmentasi pasar. Menurut Hermawan Kertajayapengertian segmentasi pasar adalah sebuah metode bagaimana memandang pasar secara kreatif.

Naah… masih bingung dengan pengertian segmentasi pasar diatas? Begini, salah satu efek apabila kita tidak mengetahui siapa segmentasi pasar yang tepat bagi produk adalah apa yang akan kita lakukan dan berapa biaya pemasaran yang sudah dikeluarkan akan menjadi sia-sia belaka. Walaupun produk /jasa yang kita tawarkan itu unik dan bernilai.

Contoh paling gampang segmentasi pasar adalah jualan tas branded dengan harga 25 juta  kemudian anda jual ke wanita yang penghasilan bulanannya 1.5 juta  (targeting & segmentation).

Walaupun si tas  tersebut sudah anda diskon gila-gilaan sampai 50 % (promotion), si wanita yang anda tawarkan tadi  tidak akan membeli. Kenapa? Karena itu bukan kebutuhan dia. Beda kalau anda jual ke segmentasi pasar pecinta tas brande, ke wanita karier dengan penghailan bulanan 20 jutaan, ke ibu ibu pejabat , akan lain hasilnya.

Hal itu juga sama saja dengan anda jual daging ayam ke segmentasi pasar orang yang vegetarian atau anda jual sirip ikan hiu ke pasar tradisional yang belum tentu orang yang suka makan seafood dan yang berkantong tebal datang ke tempat tersebut. Hasilnya pasti nol besar, walaupun harga sudah anda turunkan mati-matian sampai ngos-ngosan. Perilaku konsumen-nya berbeda.

Lalu bagaimana cara mengetahui segmentasi pasar? Lakukan riset pasar! Setelah anda mengetahui siapa target pasar anda, anda akan lebih mudah melakukan penawaran produk anda.Jadi, lihatlah selalu segmentasi pasar anda secara kreatif. Tentukan segmentasi pasar konsumen mana yang anda pilih, rancang taktik pemasaran anda, baru anda jual “barang dagangannya”.

http://womanpreneur-community.com/blog/tentukan-segmentasi-pasar/#more-1861 

Monday, 2 June 2014

Kewirausahaan

      1.)   Jelaskan definisi Kewirausahaan menurut Ahli Ekonomi , Ahli Manajemen , dan Menurut Pelaku usaha !

Pandangan Ahli Ekonomi


Menurut ahli ekonomi, wirausaha adalah orang yang mengkombinasikan faktor-faktor produksi seperti sumber daya alam, tenaga kerja, material, dan peralatan lainnya untuk meningkatkan nilai lebih tinggi dari sebelumnya. Wirausaha juga merupakan orang yang memperkenalkan perubahan-perubahan, inovasi, perbaikan produksi lainnya.


Pandangan Ahli Manajemen


Wirausaha adalah seseorang yang memiliki kemampuan dalam menggunakan dan mengkombinasikan sumber daya seperti keuangan, material, tenaga kerja, ketrampilan untuk menghasilkan produk, proses produksi, bisnis, dan organisasi usaha baru.

Pandangan Pelaku Bisnis

Wirausaha adalah orang yang menciptakan suatu bisnis baru dalam menghadapi resiko dan ketidakpastian dengan maksud memperoleh keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengenali peluang dan mengkombinasikan sumber-sumber daya yang diperlukan untuk memanfaatkan peluang tersebut. Wirausaha adalah pengusaha, tetapi tidak semua pengusaha adalah wirausaha. Wirausaha adalah pelopor dalam bisnis, innovator, penanggung resiko yang mempunyai visi ke depan dan memiliki keunggulan dalam prestasi di bidang usaha.

        2.)   Sebutkan faktor-faktor penyebab keberhasilan wirausaha?

1. Selalu BERDOA dan BERUSAHA,  manusia sebagai hamba Allah memiliki kewajiban untuk terus berdoa dan tawaduq dihadapan-Nya, dan manusia dalam kaitannya dengan tujuan hidup maka ia harus selalu berusaha; jadi ketika ada usaha mesti di-imbangi dengan doa demikian sebaliknya. Ketika kita hanya berdoa saja tanpa usaha tentu keberhasilan dan kesuksesan hanya benar-benar menjadi MIMPI.

2. Ingin Terus Selalu Belajar; keinginan untuk berubah dan juga mencapai keberhasilan dalam usaha harus didukung pula dengan keinginan kita untuk selalu belajar dan mengembangkan diri, karena jaman terus berkembang, tentu permasalahan dan tingkat persaingan juga semakin kompleks.

3. Tidak Takut Gagal (Berani Ambil Resiko), resiko merupakan bagian dari sebuah keberhasilan, semakin tinggi resiko semakin besar kemungkinan kita berhasil, karena keberhasilan penuh dengan tantangan, tidak ada sebuah keberhasilan tanpa usaha keras;

4. Terus Ber-Inovasi; jangan pernah puas dengan apa yang telah dicapai,Ă‚  terus melakukan perubahan terhadap hasil kerja adalah sebuah bentuk inovasi; produk yang monoton dan stagnan tanpa perubahan lambat laun akan dikalahkan oleh pesaing. Sebaik dan sebagus mungkin produk tersebut.

5. Mampu Menyesuaikan Diri; Kemampuan seseorang dalam melihat Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman yang ada pada dirinya adalah salah satu hal yang bisa digunakan untuk menyesuaikan diri pada setiap situasi dan kondisi apapun dalam menggapai keberhasilan usaha.

6. Memiliki Rasa Percaya Diri; jika 5 hal tersebut diatas sudah kita laksanakan dengan baik, maka kita harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi, kepercayaan diri akan USAHA yang kita lakukan pasti berhasil akan menjadikan kita memiliki motivasi tersendiri.

7. Selalu Berpikir Positif; berpikir positif merupakan energi tersendiri bagi kita untuk mengawali langkah kita dalam berusaha, karena ketika kita berpikir negatif terhadap usaha yang akan kita lakukan maka yang ada adalah keraguan untuk melangkah dan bertindak, dan ini hanya akan menjadi kendala dalam menggapai keberhasilan.

8. Mampu Mengelola Keuangan Dengan Baik; tujuh hal tersebut diatas akan sulit tercapai ketika apa yang kita hasilkan tidak dapat kita kelola dengan baik, terutama masalah keuangan, usaha industri, perdagangan, jasa ataupun produksi tentu bertujuan pada laba; dengan demikian maka kita harus memperhatikan arus keuangan pada usaha kita tersebut; Pengelolaan keuangan menjadi sangat penting ketika usaha yang kita laksanakan tidak segera berujung pada tingkat keuntungan. Maka kemampuan mengelola keuangan sangat diperlukan.
Delapan hal tersebut diatas tentu bersifat fleksible dan kondisional, karena kembali pada tujuan seseorang dalam mencapai keberhasilan atau kesuksesan itu sendiri; pola pikir dan tujuan hidup setiap orang berbeda-beda, hal ini hanya sebuah gambaran secara universal, dan tentunya menjadi hal yang ideal bagi seseorang ketika memandang dan memahami konsep keberhasilan dan kesuksesan dari sisi universal dan tidak dikaitkan dengan sebuah pernyataanĂ‚  pribadi “bahwa saya hidup tidak butuh uang” … , karena dalam sebuah kehidupan uang bisa mengantarkan kita pada kebahagiaan dunia dan akherat dengan catatan KITA MAMPU MENGELOLA KEUANGAN DENGAN BAIK;


      3.)   Sebutkan ciri dan watak yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan?

Ciri-ciri seorang wirausaha adalah:

- Percaya diri
- Berorientasikan tugas dan hasil
- Berani mengambil risiko
- Kepemimpinan
- Keorisinilan
- Berorientasi ke masa depan
- Jujur dan tekun


Sifat-sifat seorang wirausaha adalah:

- Memiliki sifat keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme.

- Selalu berusaha untuk berprestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki inisiatif.
- Memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada tantangan.

- Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran dan kritik yang membangun.
- Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.
- Memiliki persepsi dan cara pandang yang berorientasi pada masa depan.
- Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja keras.
 
4.)      Sebutkan tahap-tahap melakukan wirausaha?
Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha:

Tahap memulai
Tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan ‘’franchising’’. Tahap ini juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian, industri, atau jasa.
Tahap melaksanakan usaha
Dalam tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek: pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil risiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.
Tahap mempertahankan usaha
Tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
Tahap mengembangkan usaha
Tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.
     5.)   Sebutkan kompetensi yang harus dimiliki wirausahawan?

Bradstreet business Credit Service (1993 : 1) mengemukakan 10 kompetensi yang harus dimiliki, yaitu :
1.   Knowing your business, yaitu mengetahui usaha apa yang akan dilakukan. Dengan kata lain, seorang wirausahawan harus mengetahui segala sesuatu yang ada hubungannya dengan usaha atau bisnis yang akan dilakukan.
2.   Knowing the basic business management, yaitu mengetahui dasar-dasar pengelolaan bisnis, misalnya cara merancang usaha, mengorganisasi dan mengenalikan perusahaan, termasuk dapat memperhitungkan, memprediksi, mengadministrasikan, dan membukukan kegiatan-kegiatan usaha. Mengetahui manajemen bisnis berarti memahami kiat,  cara, proses dan pengelolaan semua sumberdaya perusahaan secara efektif dan efisien.
3.   Having the proper attitude, yaitu memiliki sikap yang sempurna terhadap usaha yang dilakukannya. Dia harus bersikap seperti pedagang, industriawan, pengusaha, eksekutif yang sunggung-sungguh dan tidak setengah hati.
4.   Having adequate capital, yaitu memiliki modal yang cukup. Modal tidak hanya bentuk materi tetapi juga rohani. Kepercayaan dan keteguhan hati merupakan modal utama dalam usaha. Oleh karena itu, harus cukup waktu, cukup uang, cukup tenaga, tempat dan mental.
5.   Managing finances effectively, yaitu memiliki kemampuan / mengelola keuangan, secara efektif dan efisien, mencari sumber dana dan menggunakannnya secara tepat, dan mengendalikannya secara akurat.
6.   Managing time efficiently, yaitu kemampuan mengatur waktu seefisien mungkin. Mengatur, menghitung, dan menepati waktu sesuai dengan kebutuhannya.
7.   Managing people, yaitu kemampuan merencanakan, mengatur, mengarahkan / memotivasi,  dan mengendalikan orang-orang dalam menjalankan perusahaan.
8.   Statisfying customer by providing high quality product, yaitu memberi kepuasan kepada pelanggan dengan cara menyediakan barang dan jasa yang bermutu, bermanfaat dan memuaskan.
9.   Knowing how to compete, yaitu mengetahui strategi / cara bersaing. Wirausaha harus dapat mengungkap kekuatan (strength), kelemahan (weaks), peluang (opportunity), dan ancaman (threat), dirinya dan pesaing. Dia harus menggunakan analisis SWOT sebaik terhadap dirinya dan terhadap pesaing.
10.   Copying with regulation and paper work, yaitu membuat aturan / pedoman yang jelas tersurat, tidak tersirat. (Triton, 2007 :137 – 139)

      6.)    Sebutkan 8 anak tangga menuju puncak karir menurut alma?

Delapan anak tangga menuju puncak karir berwirausaha (Alma, 106 – 109), terdiri atas :
1.   Mau kerja keras (capacity for hard work)
2.   Bekerjasama dengan orang lain (getting things done with and through people)
3.   Penampilan yang baik (good appearance)
4.   Yakin (self confidence)
5.   Pandai membuat keputusan (making sound decision)
6.   Mau menambah ilmu pengetahuan (college education)
7.   Ambisi untuk maju (ambition drive)
8.   Pandai berkomunikasi (ability to communicate)
      7.)    Sebutkan 4 kegiatan marketing plan
1.   Menganalisa situasi lingkungan dan peluang pasar
2.   Mengembangkan sasaran pemasaran
3.   Menetapkan strategi pemsaran
4.   Menciptakan taktik atau strategi pemasaran



      8.)    Jelaskan apa yang dimaksud dengan AIDA+S
            AIDA+S merupakan singkatan dari attention (perhatian), interest (tertarik), desire (keinginan), action (tindakan), dan satisfaction (kepuasan). AIDA+S merupakan salah satu konsep strategi pemasaran yang bisa diimplementasikan dalam dunia bisnis yang bertujuan untuk memberi kepuasan pada konsumen dan memberi keuntungan pada perusahaan. Konsep ini berlaku untuk setiap kegiatan bisnis yang dapat menarik hati konsumen. Konsep AIDA+S terdiri atas lima komponen yaitu sebagai berikut.
1.    Attention
Pertamakali kosumen dihubungi atau ditawari oleh perusahaan tertentu sehingga muncul perhatian (attention) pada diri konsumen (Galaksi, 2009:1). Pada tahap perhatian (attention) perusahaan berusaha agar calon konsumen memperhatikan penawaran yang dilakukannya. Untuk mendapatkan perhatian dari calon konsumen wirausaha harus memperlihatkan sikap yang baik, tutur kata dan cara berpakaian yang menarik yang akan memberikan penilaian yang positif dari calon konsumen yang akan berpengaruh terhadap terjadinya jual beli. Namun, Khani menyebut huruf A dalam konsep AIDA+S sebagai aware. Menurut Khani (2009:1) langkah pertama dalam strategi pemasaran adalah konsumen harus menyadari atau tahu
(aware) akan keberadaan sebuah produk.
2.    Interest
Interest adalah timbulnya minat konsumen terhadap barang yang sudah dia perhatikan (Galaksi, 2009:1). Sejalan dengan pendapat Galaksi, Khani juga berpendapat yang sama tentang interest (2009:1), yaitu setelah mengetahui segala sesuatu tentang produk itu akan timbul rasa tertarik (
interest) pada diri konsumen. Pada tahap ini perusahaan berusaha meningkatkan perhatian calon konsumen menjadi minat dengan cara menciptakan suasana yang menyenangkan, mendengarkan, dan memahami kebutuhan konsumen.
3.    Desire
Menurut Khani (2009:1) adanya ketertarikan tersebut akan menimbulkan hasrat, keinginan
(desire) konsumen untuk membeli dan menggunakan produk yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut. Pada tahap ini perusahaan harus dapat meyakinkan calon konsumen dengan menjelaskan keuntungan yang akan didapat calon konsumen apabila membeli produk yang ditawarkan serta kerugiannya jika tidak membeli produk tersebut. Hal-hal yang mempengaruhi keinginan membeli dari calon konsumen adalah faktor pendapatan, pendidikan, status sosial, jenis kelamin dan lain lain.
4.    Action
Pada tahap tindakan (action) perusahaan harus dapat mewujudkan kebutuhan dan harapan konsumen dan memberikan keyakinan bahwa barang, jasa, dan ide yang dibeli merupakan langkah yang tepat yang dapat memberikan keuntungan bagi konsumen.
5.    Satisfaction
Pada tahap kepuasan (satisfaction) perusahaan harus dapat memastikan bahwa kualitas barang, jasa dan ide yang dibeli sesuai denga harapan konsumen.

Sumber :

http://tutorial-triktips.blogspot.com/2010/03/faktor-faktor-keberhasilan-wirausaha.html
http://adesyams.blogspot.com/2009/06/proses-kewirausahaan.html
http://aam.ipi-leppindo.com/aam/?menu=posting&area=Pekanbaru&idpost=577&nolab=08
http://www.dasibisnis.biz.id/2011/10/rencanan-pemasaran-marketing-plan.html
http://afiyahnurkayati.blogspot.com/2012/02/pembandingan-swot-dengan-aidas.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Kewirausahaan
https://www.facebook.com/SmkPelitaBungaBangsa/posts/518662228208225




 





 
 

Tuesday, 29 April 2014

KEBAB TURKI BABA RAFI

Peluang Usaha Waralaba Asli Indonesia Yang Mendunia


             Bagi anda yang gemar menyantap kuliner olahan khas timur tengah pasti pernah mencicipi nikmatnya kebab bukan? makanan asli daratan Arabia tersebut merupakan salah satu kuliner yang sudah banyak dikenal dan menyebar ke luar daerah aslinya, salah satunya ialah Indonesia.
                                          
Di Indonesia makanan lezat yang terbuat dari olahan daging yang dibungkus dengan roti kebab yang khas tersebut juga cukup digemari. Dengan rasanya yang gurih serta kaya akan rempah menjadikan kuliner yang satu ini cukup banyak mempunyai penggemar setia di Indonesia.
Tentang perkembangan makanan kebab di Indonesia, kini kulier yang satu ini sudah cukup banyak di jual terutama di kota-kota besar. Dan salah satu usaha  kuliner kebab yang paling populer dan banyak di gemari saat ini adalah Kebab Turki Baba Rafi.
Dimulai pada tahun 2003, usaha yang berpusat di Jakarta ini kini sudah memiliki banyak sekali outlet di seluruh penjuru Indonesia. Tidak hanya itu, Kebab Baba Rafi juga telah melakukan ekspansi bisnis hingga ke luar negeri bahkan telah dinobatkan menjadi brand usaha kebab dengan jaringan terbesar di dunia. Berikut ulasan usaha Kebab Turki Baba Rafi yang bisa anda simak.

Perkembangan Usaha Kebab Turki Baba Rafi

          Kuliner Kebab Turki Baba Rafi awalnya dikembangkan oleh seorang pengusaha muda bernama HENDY SENTIONO.
Pria kelahiran kota Surabaya tersebut mengawali karirnya di dunia kuliner tepatnya pada tahun 2003. Pada waktu itu pria alumnus Universitas ITS tersebut rela putus kuliah dan total menjalani usaha barunya yaitu Kebab Turki Baba Rafi.
Pada awalnya inspirasi untuk berjualan kuliner kebab muncul saat ia pergi ke salah satu negara yang ada di daerah timur tengah yaitu Qatar.  Pada waktu itu ia berangkat kesana karena ayahnya yang mendapatkan penempatan kerja di sebuah perusahaan minyak di Qatar. Inspirasinya datang ketika ia melihat banyak sekali penjual kebab di sana. Dari situ ia berfikir bahwa kuliner kebab ini nampaknya mempunyai potensi untuk dikembangkan di Indonesia. Selain rasanya yang dirasa cocok dengan citarasa Indonesia, pada waktu itu kuliner kebab juga belum banyak ditemui di Indonesia.
Sepulang dari Qatar jadilah ia bersama kawannya Hasan Baraja, mengembangkan usaha kuliner kebab. Pada awalnya ia mencoba mengkreasikan kebab baik dari segi rasa dan ukuran agar dapat lebih pas dinikmati oleh masyarakat Indonesia. Setelah semuanya siap, ia kemudian meminjam modal sebesar Rp. 4 juta rupiah dari adik perempuannya.
Diluar perkiraan, usaha yang di mulai dari ide tak sengaja tersebut laku keras di daerah Surabaya. Selain kebab, ia juga menjual beberapa menu seperti hotdog, burger dan sandwich. Produk Kebab Turki Baba Rafi  dijual dengan harga antara Rp 8 hingga Rp 12 ribu per item. Selain rasanya yang memang nikmat, sajian Kebab Turki Baba Rafi pun terkesan unik dan menarik.
Oleh karena itu hanya dalam 2 tahun Kebab Turki Baba Rafi sudah dikenal oleh masyarakat luas hingga keluar Surabaya. Tahun 2005 Kebab Turki Baba Rafi memulai program kemitraan waralabanya. Melihat potensi yang sangat besar, francise Kebab Turki Baba Rafi dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru tanah air bahkan hingga ke luar negeri seperti di Malaysia, Filiphina bahkan hingga ke wilayah Eropa.
Tak hanya itu, di penghujung tahun 2006, ia tercatat telah memiliki 100 gerai kebab yang tersebar di 16 kota di Indonesia. Juga 42 gerai internasional di Filipina, Thailand, China, Sri Lanka dan Malaysia.
Omset
"Omzet 1 outlet biasanya sekitar Rp 10-Rp 15 juta per bulan, bahkan ada yang mencapai Rp 60 juta, tergantung dari lokasi usahanya. Usaha ini sangat prospektif untuk dikembangkan karena semakin lama makanan kebab banyak dikenal masyarakat,".
  
Menu
Kebab Turki Baba Rafi menyediakan kebab sebagai menu utamanya. Selain kebab, menu lain yang disediakan antara lain shawarma, hot dog, roti kane, hamburger, keripik, dan makanan beku. Ada beberapa isi kebab, antara lain kebab sapi, kebab ayam, kebab pisang cokelat, kebab sayuran dan kebab telur keju. Ukuran kebab tersedia dalam ukuran reguler dan kecil.
  

Penghargaan

Kebab Turki Baba Rafi sudah memantapkan keeksistensinya dalam waralaba kuliner. Berikut ini sederetan penghargaan yang diraih oleh Kebab Turki Baba Rafi.

Alamat Pengelola Kebab Turki Baba Rafi
 
Bagi anda yang tertarik mengetahui lebih dalam mengenai sistem serta proses kemitraan waralaba Kebab Turki Baba Rafi bisa menghubungi pengelola di:

Kantor Pusat Kebab Turki Baba Rafi

Referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Kebab_Turki_Baba_Rafi
http://www.maxmanroe.com/kebab-turki-baba-rafi-peluang-usaha-waralaba-asli-indonesia-yang-mendunia.html 
http://kumpulan-inspirasi-bisnis.blogspot.com/2011_03_01_archive.html
 

Tuesday, 4 February 2014

Entity Relationship Diagram (ERD)



DEFINISI ERD


Entitiy Relationship Diagram atau lebih dikenal dengan (ERD) merupakan salah satu metode pemodelan basis data yang digunakan untuk menghasilkan skema konseptual untuk jenis/model semantik sistem. Dimana sistem seringkali memiliki sistem data relasional, dan ketentuannya bersifat Top-Down.
Dalam hal ini kami akan menjelaskan dan menggambarkan contoh kasus dengan penggambaran ERD.
Soal Nomor 1 :
Pada saat mendaftar menjadi anggota perpustakaan Fakultas, dicatatlah nama, nomor mahasiswa dan alamat mahasiswa. Setelah itu mereka baru bisa meminjam buku di perpustakaan. Buku-buku yang dimiliki perpustakaan banyak sekali jumlahnya. Tiap buku memiliki data nomor buku, judul, pengarang, penerbit, tahun terbit. Satu buku bisa ditulis oleh beberapa pengarang.
Tentukan entitas, atribut dan relasi dari deskripsi di atas dengan menggambar ERDnya.
Dari soal diatas dapat disimpulkan, bahwa seorang mahasiswa dapat meminjam buku, jika dia menjadi atau terdaftar sebagai anggota perpustakaan fakultas.

A. Menentukan Entitas, Atribute dan Relasi

  1. Entitas merupakan individu yang dapat mewakili sesuatu yang nyata yang dapat digambarkan oleh data. Disini entitas dari kasus diatas adalah: 1. Mahasiswa, 2. KAP (kartu anggota perpustakaan) 3. Buku Pinjam
  2. Atribute merupakan pendeskripsian karakteristik dari entitas. Disini Atribute dari kasus diatas terdiri dari: Nama, NPM, Alamat, Nomor Buku, Judul Buku, Pengarangan, Penerbit dan Tahun terbit
  3. Relasi merupakan penghubung dari Entitas yang berkaitan dan hubungan antar entitas dengan relasi terbentuk dalam garis. Disini relasi dari kasus diatas adalah: 1. Membuat, 2. Menyajikan
B. Mengetahui Bentuk Notasi ERD


C. Pembuatan ERD Peminjaman Buku Perpustakaan

Setelah kita mengetahui Entitas, Relasi, Atribut dan mengetahui bentuknya, maka kita bisa membuat gambar ERD dari contoh kasus diatas.




Gambar diatas menggambarkan ERD dari peminjaman Buku Perpustakaan


Soal Nomor 2 :
Seperti deskripsi soal nomor 1, namun ada beberapa tambahan penjelasan seperti berikut:
Seorang mahasiswa boleh meminjam beberapa buku. Satu buku boleh dipinjam beberapa mahasiswa. Semua mahasiswa sangat pelu buku sehingga tidak ada yang tidak pernah meminjam ke perpustakaan. Setiap peminjam akan dicatat tanggal peminjamannya. Semua mahasiswa disiplin mengembalikan buku tepat satu minggu setelah peminjaman.

Gambarkan ERDnya!!
MODEL ENTITY – RELATIONSHIP

Model Entity Relationship : Suatu penyajian data dengan menggunakan Entity dan Relationship

Entity :
Objek secara fisik : Buku, Perpustakaan, Mahasiswa
Objek secara konsep : Meminjam
Relationship :


Atribut :
  • Atribut Multivalue



Derajat dari Relationship :
  • Trenary degree (Derajat Tiga)




Cardinality Ratio Constraint
  • M : N

Participation Constraint
  • Partial Participation

Diagram ERD



Soal Nomor 3 :
Seperti soal nomor 2, namun ada beberapa tambahan penjelasan seperti berikut : Mahasiswa kadang-kadang terlambat mengembalikan buku, sehingga dikenakan denda. Besarnya denda adalah Rp 500,- per hari keterlambatan. Mahasiswa dianggap terlambat jika mengembalikan buku lebih lama dari 1 minggu.
Gambarkan ERDnya





Nama Anggota Kelompok soal nomor 1 :

  1. Aliza Indriani Pratiwi
  2. John Mario H.B
  3. Linati Zindriasih
  4. Rismawati
  5. Steffy Apriyanti
  6. M. Afif F
  7. Rafli Tri.S
Nama Anggota Kelompok soal nomor 2 :
  1. Citra Widiyanti 
  2. Desi Nur Elista 
  3. Dwi Seftyaningtyas 
  4. Pitria Juliani Riezki 
  5. Putri 
  6. Syarifah Nur Faiza 
  7. Viliayanti Serawa

Nama Anggota Kelompok soal nomor 3 :
  1. Amanda Dewi Purwandari 
  2. Anggani Narita
  3. Dismas Mardhika
  4. Hendra Agus 
  5. Merryta Elsa R